Setiap muslim tentu memiliki satu tujuan besar dalam hidupnya: mendapatkan keridhaan Allah. Semua ibadah, doa, dan perjuangan kita pada akhirnya bermuara pada pertanyaan: Apakah Allah bahagia dengan diriku?
Dalam ceramahnya, Mufti Menk menjelaskan dengan sangat indah bagaimana cara agar kita bisa membuat Allah ridha kepada kita. Beliau memaparkan dari ayat Al-Qur’an, kisah para sahabat, hingga nasihat praktis yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Hati yang Selalu Mengingat Allah

Langkah pertama agar Allah ridha adalah menjaga hati agar senantiasa sadar akan kehadiran Allah.
Orang yang hatinya hidup selalu merasa Allah melihatnya, mendengar doanya, dan mengetahui isi hatinya.
Zikir bukan hanya di lisan, tetapi kesadaran konstan bahwa Allah bersama kita.
Dengan hati yang penuh ingat kepada Allah, semua amal akan bernilai. Sebaliknya, hati yang lalai membuat kita terjerumus meski perbuatan tampak baik.

2. Menjaga Shalat Fardhu dengan Khusyuk

Shalat adalah tiang agama. Allah paling bahagia dengan hamba yang menjaga shalatnya.
Bukan hanya sekadar menunaikan lima waktu, tapi juga menjaga kualitasnya.
Shalat yang dikerjakan dengan khusyuk akan mencegah perbuatan dosa dan maksiat.
Mufti Menk menekankan, jangan sampai shalat menjadi rutinitas kosong. Jadikan shalat sebagai momen pertemuan khusus dengan Allah.

3. Membaca dan Menghayati Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah firman Allah langsung. Membacanya bukan sekadar ibadah, tapi juga cara berkomunikasi dengan-Nya.
Bacalah dengan tartil, meski sedikit.
Lebih penting lagi, hayati maknanya dan amalkan dalam kehidupan.
Satu ayat yang dipahami dan diamalkan lebih dicintai Allah daripada seribu ayat yang hanya dilafalkan tanpa makna.

4. Menjaga Hubungan dengan Sesama Manusia

Allah tidak ridha jika kita hanya baik kepada-Nya, tapi buruk kepada sesama.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Orang mukmin terbaik adalah yang paling baik akhlaknya.”
Menjaga silaturahmi, tidak menyakiti dengan lisan atau perbuatan, dan menolong orang lain adalah jalan besar menuju keridhaan Allah.
Mufti Menk menekankan: jangan pernah remehkan kebaikan kecil, karena bisa jadi itu yang membuat Allah bahagia dengan kita.

5. Ikhlas dalam Beramal

Allah melihat niat lebih dari perbuatan. Amal yang tampak besar di mata manusia bisa jadi tidak bernilai di sisi Allah jika tidak ikhlas.
Beramal hanya untuk mencari ridha Allah, bukan pujian manusia.
Ikhlas membuat amal kecil menjadi besar, sementara riya membuat amal besar menjadi sia-sia.

6. Bertaubat dan Kembali kepada Allah

Tidak ada manusia yang luput dari dosa. Namun Allah sangat bahagia ketika seorang hamba kembali kepada-Nya dengan taubat.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Allah lebih bahagia dengan taubat hamba-Nya daripada seseorang yang menemukan kembali untanya yang hilang di padang pasir.”
Taubat yang tulus menghapus dosa sebesar apa pun, selama kita tidak berputus asa dari rahmat Allah.

7. Membantu Sesama dan Memberi Manfaat

Allah mencintai hamba yang peduli kepada orang lain.
Menolong yang kesusahan, memberi makan yang lapar, menghibur yang sedih-semua itu membuat Allah ridha.
Bahkan senyum tulus kepada saudaramu adalah sedekah.
Semakin bermanfaat seseorang bagi orang lain, semakin besar pula kecintaan Allah kepadanya.

8. Menjauhi Maksiat dengan Rasa Malu kepada Allah

Orang yang berusaha menahan diri dari dosa karena malu kepada Allah akan mendapat keridhaan-Nya.
Menjaga pandangan, menahan lisan dari ghibah, dan meninggalkan kebiasaan buruk adalah tanda cinta kita kepada Allah.
Allah tahu perjuangan kita dalam melawan hawa nafsu, dan setiap usaha itu bernilai di sisi-Nya.

9. Sabar Menghadapi Ujian

Ujian adalah tanda cinta Allah. Tidak ada seorang pun yang hidup tanpa diuji.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi, lalu orang-orang shalih.
Kesabaran dalam ujian membuat derajat kita diangkat dan dosa-dosa diampuni.
Allah ridha dengan hamba yang bersabar, tetap yakin kepada-Nya, dan tidak meninggalkan ibadah meski dalam kesulitan.

10. Senantiasa Berdoa dan Memohon Keridhaan-Nya

Doa adalah senjata mukmin. Allah bahagia ketika hamba-Nya berdoa, memohon, dan berharap kepada-Nya.
Mintalah kepada Allah agar Dia ridha.
Jangan pernah bosan berdoa, bahkan untuk hal yang kecil sekalipun.

Penutup

Membuat Allah bahagia dengan kita bukan perkara rumit. Semua dimulai dari hati yang ikhlas, shalat yang dijaga, hubungan yang baik dengan sesama, dan usaha untuk menjauhi dosa.
Allah tidak menuntut kesempurnaan, tetapi keikhlasan dan usaha sungguh-sungguh. Selama kita terus kembali kepada-Nya, Allah akan ridha.
 “Jika Allah ridha kepadamu, maka apa lagi yang engkau butuhkan?” – Mufti Menk