Kenapa harus terlalu bersedih, selama hal itu tidak menghilangkan iman dan tidak menyeret kita pada jalan yang salah. Tidak semua kesedihan harus dibesar besarkan, karena hidup memang tidak pernah benar benar ringan. Ada hal hal yang harus diterima tanpa banyak penjelasan, dan ada keadaan yang tidak bisa diubah secepat yang kita inginkan. Selama kita masih bisa menjaga diri, masih bisa shalat, dan masih mau berdoa, maka semuanya masih dalam batas yang aman.
Dunia ini memang melelahkan. Banyak tuntutan datang bersamaan, sementara tenaga dan pikiran terbatas. Ada hari hari di mana kita hanya ingin berhenti sebentar, bukan menyerah, hanya ingin bernapas lebih pelan. Rasa lelah itu wajar, karena dunia bukan tempat untuk merasa puas dan tenang sepenuhnya. Ia memang diciptakan sebagai tempat ujian, bukan tempat istirahat yang sesungguhnya.
Setiap orang membawa beban masing masing. Ada yang terlihat baik baik saja, padahal sedang berjuang di dalam dirinya sendiri. Sama seperti kita, yang sering memilih diam karena tidak tahu harus bercerita kepada siapa. Allah mengetahui semua itu, bahkan yang tidak sempat terucap. Tidak ada satu pun rasa lelah yang luput dari perhatian Nya, meski manusia tidak melihatnya.
Alhamdulillah, dunia ini bukan rumah kita. Kita hanya singgah untuk sementara waktu. Tidak semua hal harus selesai di sini, dan tidak semua keadilan harus kita rasakan sekarang. Rumah kita adalah kembali kepada Allah, tempat di mana tidak ada lagi lelah yang harus ditahan dan tidak ada sabar yang terbuang percuma.
Maka tenanglah. Jalani hari ini seperlunya, tanpa memaksa diri untuk selalu kuat. Selama arah hidup masih menuju Allah, selama hati masih ingin pulang kepada Nya, maka kamu tidak tersesat. Semua ini hanya bagian dari perjalanan, dan perjalanan ini pada akhirnya akan sampai.
Inilah rahasia bersyukur dan bahagia yang sering terlupakan. Apa pun yang terjadi, biarlah terjadi. Masalah datang dan pergi, keadaan bisa berubah, rencana bisa gagal. Namun selama semua itu tidak mengambil keimanan kita, tidak menjauhkan kita dari Allah, dan tidak menutup jalan menuju surga, maka sebenarnya kita masih dalam posisi yang baik. Kita masih punya alasan untuk bersyukur dan bahagia, karena harapan terbesar kita belum hilang. Kita masih bisa berharap diselamatkan dari dahsyatnya siksa neraka dan masih diberi kesempatan untuk meraih kenikmatan yang hakiki dan abadi di surga nanti. Dan ketika harapan itu masih ada, maka hidup, seberat apa pun, tetap layak dijalani dengan rasa syukur.